TANGISAN PARA SAHABAT DIMALAM BULAN ROJAB

 

TANGISAN PARA SAHABAT DIMALAM BULAN ROJAB

Diriwayatkan oleh Abu Hurairoh ia berkata: “Rasulullah r bersabda : Orang terpilih dari umatku adalah orang yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya nabi Muhammad adalah utusan Allah, Mereka merasa senang apabila melakukan kebaikan, ketika melakukan kejelekan mereka memohon ampun, dan apabila mereka bepergian maka mereka mengqosor  Shalatnya dan berbuka puasa. Dan sesungguhnya sejelek jelek umatku adalah orang–orang yang dikeluarkan dari kenikmatan dan memakan kenikmatan dengan berbagai macam tujuan, ketika berjalan mereka merasa sombong. kesalahan besarlah bagi orang– orang yang menarik sarungnya ke bawah, orang–orang yang makan berlebihan dan orang–orang yang berbicara dengan nyanyian”

Nabi r menyanjung umatnya yang hidup dengan sifat – sifat yang pertama dan mencela orang–orang yang akhir, Seperti beliau memperkuat umatnya untuk tetap taat dan teguh pada sifat–sifat terpuji itu. Sehingga pada malam bulan Rojab Nabi r bangun pada tengah malam untuk melihat di masjid apakah ada salah seorang dari para sahabatnya yang bangun malam atau tidak, Maka setelah Nabi dekat dengan pintu masjid beliau mendengar suara Abu Bakar t sedang menangis dalam Shalatnya, dia hendak mengkhatamkan Al Qur’an dalam dua  rakaat, ketika ia membaca ayat :

{إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ} [التوبة: 111]

Artinya:“Sesungguhnya allah telah membeli dari orang–orang mukmin dari harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka” (Q.S At Taubah :111)

Abu Bakar t terus menangis semakin keras, maka Rasulullah e berhenti di dekat pintu di mana tangisan Abu Bakar t itu sampai mencucurkan air mata hingga menetes pada tikar masjid. Lalu di sekitar masjid Nabi r mendengar suara Sayyidina Ali karramallahuwajhah, sedang menangis dengan suara keras dia hendak mengkhatamkan Al Qur’an dalam dua Rakaat maka ketika ia membaca sampai pada ayat:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ  (9)} [الزمر: 9]

Artinya:“katakanlah (Muhammad) adakah kesamaan antara orang–orang yang mengetahui dengan orang–orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang–orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”(Q.S Az Zumar :9)

Sayyidina Ali mencucurkan air mata sampai membasahi tikar masjid. Dan di arah yang lain dalam masjid Mu’adz bin Jabal  sedang menangis dengan suara keras dia juga ingin mengkhatamkan Al Qur’an dalam Sholatnya, hanya saja dalam membaca jika telah mendapatkan separuh / sepertiga surat lalu berhenti dan melanjutkan yang lain secara urut, beliau menangis dalam Sholatnya sampai mencucurkan air mata yang menetes sampai tikar masjid.

Kemudian sahabat Bilal bin Rabbah  juga Sholat yang berada di sudut masjid dengan menangis, maka Rasulullah  ikut menangis bersama dengan mereka sampai mereka selesai Sholat lalu beliau pulang ke rumahnya dengan merasa senang. Para sahabat tidak ada yang mengetahui kedatangan Nabi  di masjid. Ketika waktu subuh mereka datang ke masjid untuk melakukan Sholat subuh berjamaah di belakang Nabi . Selesai Sholat lalu Nabi  menemui para sahabat itu dengan merasa senang seraya berkata, “hai Abu Bakar mengapa engkau ketika membaca ayat:

{إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ} [التوبة: 111]

Jawab  Abu Bakar,“Bagaimana aku tidak menangis sedangkan allah berfirman “aku membeli jiwa seorang hambaku” jadi kalau hamba itu ada cacatnya sudah tentu Allah tidak akan membelinya atau seorang hamba itu telah terbeli lalu ada cacatnya maka Allah SWT pasti mengembalikannya dan aku takut termasuk darinya, lalu aku termasuk ahli neraka. Karena hal itulah maka aku menangis”. Malaikat Jibril as kemudian datang lalu berkata “Wahai Muhammad katakanlah kepada Abu Bakar, jika pembeli telah mengetahui cacat seorang hamba dan dia dikembalikan. Sedangkan Allah SWT maha mengetahui cacat seorang hambanya sebelum dia menciptakannya dan dengan adanya cacat pada hamba itu allah mau membeli”.

Dalam satu masalah jika ada orang membeli sepuluh orang hamba, lalu dari sepuluh hamba tersebut dia dapati salah seorang hamba yang cacat, sedangkan pembeli mau mengambil satu yang tidak cacat dan selebihnya di kembalikan, maka tidak di perintahkan oleh Syara’, tetapi Syara’ memerintahkan untuk menerima semuanya dan Allah SWT mau membeli semua orang mukmin dalam jual beli, baik para sufi, para wali, para nabi, maupun para Rasul. Menurut ijmak umat Allah SWT tidak akan menolak para Nabi, sufi, dan Rasul. Setelah mendengar keterangan Jibril as, maka Rasulullah dan para sahabatnya merasa senang dan bergembira.

Kemudian Nabi  berkata kepada Sayyidina Ali Karramallahuwajhah “Wahai Ali mengapa engkau menangis ketika membaca ayat :

{ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ (9)} [الزمر: 9]

Ali menjawab,“mengapa aku tidak menangis sedangkan Allah SWT Berfirman,“katakanlah (Muhammad) adakah kesamaan antar orang–orang yang mengetahui dengan orang–orang yang tidak mengetahui?” padahal bapak kita Adam as adalah manusia yang paling mulia sebagaimana Allah SWT berfirman pada haknya :

 وَعَلَّمَ أَدَمَ الأَسْمَاءَ كُلَّهَا 

“ dan dia mengajarkan kepada Adam nama nama seluruhnya,”  sedangkan pengetahuanku tidak sama dengan Adam, maka Jibril as datang lalu berkata “hai Muhammad katakan kepada Ali jangan begitu anggapanmu sebab yang di maksud firman Allah adalah orang–orang kafir pada hari kiamat tidak sama dengan orang–orang mukmin, karena orang – orang kafir tidak mau beribadah kecuali kepada berhala dan tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. Sedangkan orang mukmin menyembah kepada Allah dan setiap waktu mereka mengucapkan:

"لاإله إلاّالله محمد رسول الله"

apabila mereka berbuat kebaikan maka mereka merasa senang, apabila berbuat kejahatan minta ampunan, apabila bepergian mereka mengqosor sholat dan berbuka puasa. Jadi orang kafir itu tidak sama dengan orang–orang mukmin, sebab tempat kembali orang kafir itu di neraka, sedangkan kembalinya orang–orang mukmin itu di dalam surga. 

BY ; M. FITRAH

 

NB : Kritik, komentar, dan saran Anda sangat membantu kami......

--- Jangan lupa, like, dan ikuti terus update -an selanjutnya ----

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MADING ALI BAA'ALAWY

Ibnu Bathutah # PENJELAJAH MUSLIM DENGAN PETUALANGAN HEBAT SEPANJANG MASA