SYEKH ABUL HASAN ALI ASY-SYADZILY AL-HASANI R.A # (Pendiri Thariqoh Sadziliyah)

 

            SYEKH ABUL HASAN ALI ASY-SYADZILY AL-HASANI R.A

(Pendiri Thariqoh Sadziliyah)

Tentang Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzily

Nama lengkap Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzily adalah Ali bin Abdullah bin Jabar, beliau lahir di Maroko pada tahun 543 H, di desa Ghimaroh yang terletak di dekat kota Sabtah (sekarang kota Thonjah).



Dan beliau wafat pada tahun 656 H, jenazahnya di makamkan di Padang Idzab kawasan Jurang Humaistara Profinsi Bahr al0Ahmr (laut merah) . ketika ditelusuri secara runtut nasab atau garis keturunannya akan sampai pada Sayidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib, cucu nabi Muhammad Saw, dari putra sayidah Fatimah Az-Zahra yang menjadi istri dari  Sayidina Ali bin Abi Thalib.

Pertama kali beiau menghafal Al-Qur’an dan menerima pelajaran ilmu agama berbagai fan termasuk ilmu fiqih dari madzhab Imam Malik, juga di kota kelahirannya. Berkat akalnya yang berlian dan jernih beliau berhasil menguasai berbagai ilmu yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah, maka tidak mengherankan bila akhirnya banyak para Ulama’ yang berguru kepada beliau, sebagian dari mereka ada yang bertujuan menguji kepandaian beliau, juga banyak memang murni ingin berguru kepada beliau.

Pada puncaknya adalah setelah diadakannya beberapa kali dialog dan debat Ilmiyah secara tertulis. Akhirnya mereka pun mengakui tentang luasnya ilmu pengetahuan Syaekh Abu Hasan, sehingga untuk mengalahkan hujjah-hujjahnya mereka pun membutuhkan hal yang sangat sulit di tandingi.



Maka bisa di ambil kesimpulan bahwa pelajaran Thariqoh Syaikh Abu Hasan berawal dari jenjang Syari’at yang di kuasai dengan sangat sempurna, mengalahkan ulama’ ahli ilmu Dhahir pada zaman perjalanan spiritualnya dalam Thariqillah. Perjalanan spiritual Syeikh Abu Hasan dalam Thariqillah bermula ketika beliau memasuki daerah Tunis. Pada saat memasuki daerah Tunis, timbul dalam hatinya keinginan untuk berguru ilmu Thariqoh pada para Syeikh besar yang berada di daerah itu. Di antara Syaikh-Syaikh yang berkenan menerima Syekh Abu Hasan menjadi muridnya adalah Suekh Abi Sa’id Al baji. Syekh yang satu ini mampu mengetahui isi hati dan tujuan orang yang datang kepadanya sebelum orang tersebut mengutarakannya. Maka bertambah mantap Syekh Abu Hasan dalam menekuni ilmu Thariqoh.

Dalam kesungguhannya menekuni ilmu Thariqoh, beliau mengembara ke berbagai Negara, dan di setiap tempat yang beliau singgahi, hatinya selalu bertanya-tanya “di manakah aku bisa berjumpa dengan seorang Mursyid (guru Thariqoh)...?”. pada waktu mengembara sampai di kota Irak, beliau bertemu dengan Syeikh Sholih Abu Al Fath Al Washiti, seorang Syaikh yang mampu menunjukkan arah pada Syaikh Abu Hasan dalam pengembaraannya.

Berkatalah Syaikh Abu Al Fath pda Syaikh Abu Hasan “wahai Abu Hasan.. Wali kutub yang engkau cari-cari berada di negaramu bukan di sini, kembalilah ke sana, maka kamu akan menemukannya” Akhirnya beliau menuruti apa yang disampaikan oleh Syekh Abu Al Fath, untuk ke Maroko. Dan bertemulah Syekh Abu Hasan dengan Syaikh Al-Siddiq Al-Qhutr Al-Ghust Abi Muhammad Abdussalam dan Masyisy Al-Syarif Al Hasani., Syeikh ini bertempat tinggal di puncak gunung. Sebelum menemuinya, Syaikh Abu Hasan terlebih dahulu membersihkan badannya (Mandi) di bawah gunung tempat Syaikh Abdussalam berada.

Syekh Abu Hasan datang menghadap laksana orang hina dina dan penuh akan dosa setelah beliau selesai mandi dan bermaksud naik gunung untuk menemuinya, ternyata Syekh Abdussalam telah turun terlebih dulu dan menemuinya seraya berkata “selamat datang.. alangkah beruntungnya bisa bertemu dengan Ali bin Abdillah bin Abdul Jabbar.. bin...,bin...” begitulah sambutan Syekh Abdussalam. Beliau terus menuturkan nasab Syeikh Abu Hasan sampai pada Rasulullah Saw, kemudian Syaikh Abdussalam berkata “kamu datang kepadaku seperti orang hina dina, dan merasa tidak memiliki amal Sholih sedikitpun., maka bersamaku kamu akan mendapatkan kekayaan dunia dan akhirat”



Pertemuan antara Syekh Abu Hasan dengan Syekh Abdussalam betul-betul pertemuan antara murid dan Mursyid atau antara Muwarits dan Warrits. Banyak sekali futuhah ilahiyah yang di peroleh oleh Syekh Abu Hasan dari guru yang satu ini, dan pada akhirnya Syaikh Abu Hasan yang menjadi penerus kedudukan derajat Wali Qutubiyah di antara wasiyat Syeikh Abdussalam kepada Syeikh Abu Hasan As Syadzili adalah “pertajamlah penglihatan keimanan, maka kamu akan menemukan Allah Swt, pada setiap sesuatu.” Walau telah menjadi wali Qutub beliau sangat menghormati guru-gurunya dan memaparkan siapa-siapa gurunya itu

Penuturannya

“Guru pertamaku adalah Syaikh Abdussalam Ibnu Masyisy dan sekarang aku telah menyelami dan meminum sepuluh lautan ilmu. Lautan ilmu yang lima berasal dari bumi, yaitu lautan ilmunya Rasulullah Saw, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali. Dan lautan ilmu yang lima lagi berasal dari langit, yaitu lautan ilmunya Malaikat Jibril, Malaikat Isrofil,Izro’il dan Allah Swt yang Agung. 

 

By Abu Hasan

NB : komentar dan sarann kalian sangat membantu kami..

semoga bermanfaat....amin... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MADING ALI BAA'ALAWY

TANGISAN PARA SAHABAT DIMALAM BULAN ROJAB

Ibnu Bathutah # PENJELAJAH MUSLIM DENGAN PETUALANGAN HEBAT SEPANJANG MASA