BID’AHKAH Maulid Nabi  ?

Di atas muka bumi ini ada 3 kelompok yang sering kita temui yaitu:

·        Kelompok sisi kiri, yaitu: orang-orang yang terlalu mendewakan sisi negatif (logika) mengalahkan sisi positif (syariat yang berupa alkitab dan sunnah), kelompok ini biasa kita kenal dengan aliran liberal.

·        Kelompok tengah-tengah, yaitu: kelompok yang tidak terlalu mendewakan sisi negatif dan sisi positif tapi mereka mengimbangkan di antara keduanya, kelompok ini bisa dikenal dengan kelompok ahlussunnah wal jamaah.

·        Kelompok sisi kanan, yaitu:orang-orang yang terlalu mendewakan sisi positif mengalahkan sisi negatif, kelompok ini biasa di kenal dengan aliran wahabi

Kelompok yang terakhir ini ialah para pengikut Muhammad bin abdul wahhab yaitu pendiri aliran wahabi, yang sekarang sering gembar-gembor hadits nabi, “kullu bid’atin dholalatun wakullu dholalatin fin nari”. Mereka mempunyai pemahaman yang sangat bersebrangan  dengan pemahaman kita (ASWAJA), mereka sering menentang amaliah-amaliah yang sering kita lakukan, termasuk yang mereka utarakan dalam rangka menentang, menghina, membidahkan kita yaitu dalam konteks maulid nabi besar kita Muhammad SAW, mereka mempunyai pandangan bahwa maulid adalah bidah dan bidah itu sesat dan sesat itu neraka.

Dalam tulisan kali ini kami akan mengutarakan dalil dan komentar-komentar ulama’ yang membenarkan amaliah tersebut, sebagai berikut:

v Al imam as suyuthi pernah di tanya mengenai hukum maulid di bulan rabiulawal apakah itu termasuk perkara yang di cela ataukah di puji oleh syara’?.

Beliau menjawab: menurutku mengadakan maulid yang intinya di dalam acara tersebut ialah perkumpulan orang, membaca al-quran, membaca hadits yang menerangkan awal mula nabi Muhammad SAW dan makan-makan itu termasuk bidah hasanah yang mana pelakunya di ganjar atas melakukan amaliah tersebut.

v Oleh karena itu, mengadakan maulid secara asli adalah bentuk realisasi dari rasa gembira dan syukur atas terutusnya baginda rasulillah SAW di dunia, dan itu pun bisa terbukti  dengan perkumpulan banyak orang. Bentuk realisasi dari rasa gembira dan syukur termasuk sesuatu yang di syariatkan oleh agama untuk setiap nikmat yang telah di limpahkan oleh sang maha pemberi anugerah. Allah SWT berfirman

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمتِهِ فَبِذَالِكَ فَلْيَفْرَحُوْاقلى (يونس:57)

“katakanlah (Muhammad) dengan karunia Allah dan rahmatnya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”

v Ayat di atas menuntut kita umat islam untuk gembira atas rahmat Allah sedangkan beliau rasulillah di umpamakan dengan rahmat dan nikmat yang tak ada bandingnya di sisi Allah, seperti dalam firman Allah

وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين

v Perayaan maulid nabi sudah dilakukan para muslim mulai zaman dahulu, dan bibit perayaan maulid sudah di tanamkan oleh beliau sendiri, seperti keterangan pada hadits sahih yang di riwayatkan imam muslim di kitab sahihnya

عن أبي قتادة الأنصاريّ رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلّم سئل عن صوم يوم الإثنين فقال فيه ولدت وفيه أنزل علي

“Dari abi qatadah RA sesungguhnya rasulallah SAW pernah di tanya tentang puasa hari senin maka beliau menjawab: pada hari senin aku di lahirkan dan di hari senin aku di turunkan padaku”

v Al imam  ibnu taimyyah salah satu ulama’ pedoman orang wahabi dalam bidang akidah memiliki pandangan bahwa perayaan maulid itu bukanlah bidah yang sesat, beliau berkata:” orang-orang yang merayakan maulid itu mendapatkan pahala, bahkan orang-orang yang memperbarui adanya maulid ada kalanya untuk menyamai orang nasrani untuk merayakan hari lahir nabi Isa AS dan ada kalanya cinta dan mengagungkan pada nabi SAW, Allah memberikan pahala pada mereka atas cinta dan ijtihad mereka bukan karena bidahnya

v Di terangkan subulul huda war rosyad bahwa sebagian solihin bermimpi bertemu nabi SAW dan beliau bertanya pada nabi SAW: wahai rasulallah bagaimana pandangan antum pada orang-orang yang berkata bahwa mengadakan maulid nabi itu bidah?, nabi pun menjawab: barang siapa yang gembira padaku maka aku akan gembira padanya.

BY : MUHAJIR AL BAJURY -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MADING ALI BAA'ALAWY

TANGISAN PARA SAHABAT DIMALAM BULAN ROJAB

Ibnu Bathutah # PENJELAJAH MUSLIM DENGAN PETUALANGAN HEBAT SEPANJANG MASA